Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kata Kepala Kantor Staf Presiden Terkait Lembaga Negara yang Akan Dibubarkan


Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko buka-bukaan mengenai potensi lembaga yang akan dibubarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Moeldoko mengungkapkan, salah satu lembaga yang dibubarkan adalah Komisi Nasional Lanjut Usia. Komisi ini dibentung 2004 silam dan dianggap tumpang tindih dengan Kementeriaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA)

“Komisi Lanjut Usia ini nggak pernah kedengaran. Apakah itu tidak dalam tupoksi KPPPA. Kalau masih ada dalam cakupan kementerian itu mungkin bisa dipikirkan (untuk dibubarkan-Red),” ujar Moeldoko kepada wartawan, Selasa (14/7).

Selain itu ada Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK). Sehingga badan tersebut dianggap berpotensi untuk dibubarkan oleh Presiden Jokowi. “Kemudian ada Badan Akreditasi Olahraga,” katanya.

Mantan Panglima TNI ini menambahkan ada juga  Badan Restorasi Gambut (BRG). Menurut Moeldoko badan ini sebenarnya sudah bagus. Namun masih dilihat lagi apakah perlu dibubarkan atau tidak.

“Badan Restorasi Gambut (BRG). Tapi nanti akan juga dilihat lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan membubarkan 18 lembaga negara dalam waktu dekat.

Ia tak merinci lembaga negara yang dimaksud. Namun Jokowi menjelaskan, alasan pembubaran lembaga negara salah satunya untuk efisiensi anggaran.

Menurut Jokowi, anggaran yang selama ini digunakan untuk membiayai keberadaan lembaga negara itu. Maka bisa dialihkan ke kementerian yang lain.

“Semakin ramping organisasi, ya cost-nya kan semakin bisa dikembalikan. Anggaran, biaya. Kalau bisa kembalikan ke kementerian, dirjen, direktorat, direktur. Kenapa kita harus pakai badan-badan itu lagi, ke komisi-komisi itu lagi,” katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menilai kinerja pemerintahan akan semakin cepat jika keberadaan lembaga negara lebih efisien. Ia menekankan bahwa keberhasilan suatu negara saat ini bukan lagi diukur dari besar kecilnya negara, melainkan dari kecepatan dalam bekerja. Seperti dilansir dari jawapos.com.