Jalani Sidang Virtual, Vicky Prasetyo Didakwa dengan Pasal UU ITE

Iklan Semua Halaman

.

Jalani Sidang Virtual, Vicky Prasetyo Didakwa dengan Pasal UU ITE

Kamis, 23 Juli 2020

Sidang perdana kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Vicky Prasetyo digelar hari ini, Rabu (22/7), di PN Jakarta Selatan. Dalam sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaannya kepada terdakwa.

Vicky Prasetyo didakwa dengan sejumlah pasal alternatif tentang pencemaran nama baik. Yaitu Pasal 311 ayat (1) KUHP, Pasal 335 ayat (1) KUHP, Pasal 45 ayat (3), juncto Pasal 36, juncto Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Sebelum membacakan dakwaannya, Jaksa lebih dulu mengungkapkan kronologi pencemaran nama baik yang diduga dilakukan terdakwa Vicky Prasetyo kepada Angel Lelga. Jaksa mengatakan Vicky Prasetyo masuk ke rumah Angel Lelga yang terletak di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, tanpa izin dengan membawa wartawan. Kejadian itu terjadi pada Senin, 19 November 2019.

“Terdakwa secara sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau dapat diaksesnya dokumentasi elektronik yang bermuatan penghinaan atau pencemaean nama baik,” kata Jaksa membacakan dakwaannya di PN Jakarta Selatan, Rabu (22/7).

Dalam dakwaan dinyatakan sehari sebelum kejadian penggerebekan atau pada 18 November 2018 sekitar 17.00 WIB, Vicky Prasetyo sempat diwawancarai oleh media di bilagan Bulungan, Jakarta Selatan. Vicky lantas mengajak media untuk mengikuti dirinya dan meminta melakukan pengambilan gambar untuk melakukan update perceraiannya dengan Angel Lelga.

“Pada Senin, 19 November 2018 pukul 02.00 WIB terdakwa dan keluarganya didampingi dua orang saksi bersama media infotaimen tiba di rumah Angel Lelga dan langsung masuk ke dalam rumah Angel Lelga dengan cara merusak pintu kamar dengan bagian pintu patah dan terlepas,” katanya.

Vicky Prasetyo lantas meminta media menyorot Angel Lelga dan Fiki Alman yang ketika itu berada di dalam kamar. Vicky pun membuat tudingan Angel Lelga telah melakukan perbuatan asusila dengan Fiki Alman.

“Dimana informasi terdakwa menjadi tayangan dan informasi di media elektronik pada Senin 19 November 2018 pukul 06.00 WIB dan pukul 09.30 WIB,” lanjutnya.

Tayangan media tersebut kemudian diakses masyarakat sehingga tercipta opini bahwa Angel Lelga dan Fiki Alman melakukan tindakan asusila sementara hal itu tidak benar adanya.

“Informasi ini membuat nama saksi Angel Lelga jadi tercemar sehingga saksi Angel Lelga melaporkan kejadian ini ke Polres Jakarta Selatan,” paparnya.

Vicky Prasetyo tidak hadir secara fisik ke sidang perdana kasus pencemaran nama baik yang menjeratnya. Vicky mengikuti jalannya persidangan secara virtual dari Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Ketika itu Vicky sempat memohon ke hadapan majelis hakim agar bisa mengikuti persidangan secara langsung namun ditolak hakim. Seperti dilansir dari jawapos.com.