Ikan Ini Serap Hampir 100 Persen Cahaya

Iklan Semua Halaman


.

Ikan Ini Serap Hampir 100 Persen Cahaya

Sabtu, 18 Juli 2020

Sekelompok peneliti menguak keberadaan makhluk laut dalam berwarna hitam dan bertampang seram. Hewan langka jenis dragonfish ini punya karakteristik kulit yang unik.
Dikutip dari Cnet, ikan ini mereka sebut sebagai ultra-black karena kulit sangat hitam dan mampu menyerap cahaya bioluminescent. Kulit ini membantu mereka bersembunyi dari predator.

Dalam studinya yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Current Biology, Alexander Davis dari Duke University yang memimpin penelitian ini menyebutkan bahwa mereka mengidentifikasi setidaknya 16 spesies ikan laut dalam dengan kulit yang mampu menyerap lebih dari 99,5% cahaya.

Sesuai namanya, penampakan dragonfish dan jenis ikan bertaring lainnya sama sekali tidak lucu. Bagi sebagian orang mungkin tampak mengerikan. Tapi ikan ini menarik perhatian para ilmuwan untuk pengembangan material ultra-black baru.

Hingga saat ini, material paling hitam sedunia dikenal dengan sebutan vantablack. Lapisan ultra-black ini dirancang untuk aplikasi di sektor pertahanan dan ruang, ada juga yang menggunakannya untuk arsitektur dan seni.

Namun vantablack bukan satu-satunya material super hitam yang ada saat ini. Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengumumkan ada materi super hitam baru di tahun lalu.

Ditemukannya hewan langka ultra-black bertampang seram ini, kemungkinan besar akan menambah daftar temuan material super hitam baru.

Riset ini menggunakan spektrometer untuk mengukur cahaya yang memantulkan kulit ikan yang ditemukan dari laut dalam Teluk Monterey dan Teluk Meksiko. Para penghuni laut dalam ini hidup pada kedalaman hingga satu mil di bawah permukaan laut.

"Ini adalah spesies paling gelap yang mereka temukan, ikan kecil yang ukurannya tidak lebih besar dari tee golf, menyerap begitu banyak cahaya," tulis Duke University mengumumkan temuan tersebut.

Para ilmuwan menemukan perbedaan antara ikan hitam (black fish) dengan dan ikan super hitam (ultra-black fish) dengan berfokus pada melanosom, struktur dalam sel yang mengandung pigmen melanin.

"Hewan berdarah dingin lain berkulit hitam normal memiliki melanosom kecil berbentuk mutiara, sedangkan yang ultra-black lebih besar. Struktur sel ultra-black juga lebih padat. Pemodelan komputer mengungkapkan melanosom ini memiliki 'geometri' yang optimal untuk menyerap cahaya," demikian penjelasan penelitian ini.

Menurut Karen Osborn, ilmuwan lain dalam penelitian ini, meniru strategi tersebut akan membantu para engineer mengembangkan material ultra-black yang lebih tahan lama, fleksibel, dan murah.

"Material ini bisa digunakan untuk teknologi optik seperti teleskop, kamera, dan untuk peralatan kamuflase," kata Osborn yang juga merupakan ahli zoologi di Smithsonian National Museum of Natural History.

Studi mengenai kulit ikan ini menambah pemahaman kita tentang bagaimana hewan-hewan tak biasa ini berfungsi di dunia mereka yang gelap. Sebuah studi tahun 2019 menemukan, ada beberapa ikan laut dalam yang berwarna.

"Ikan ultra-black menghadirkan beberapa tantangan bagi para ilmuwan ketika akan mendokumentasikannya. Bagaimana pun kalian mengatur pencahayaan kamera, sulit mengabadikan hewan langka ini karena mereka menyedot semua cahaya," kata Osborn. Seperti dilansir dari detikcom.