Dampak Banjir Konawe, Dua Desa Masih Terisolasi

Iklan Semua Halaman

.

Dampak Banjir Konawe, Dua Desa Masih Terisolasi

Minggu, 19 Juli 2020

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menyatakan berdasar data sementara, warga terdampak banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di daerah itu sebanyak 8.314 jiwa atau 2.719 kepala keluarga (KK). Selain itu, dua desa masih terisolasi.

Kepala BPBD Konawe Herianto Pagala mengatakan, hingga saat ini, sebanyak 49 desa/kelurahan dan 16 kecamatan terdampak akibat banjir di daerah itu. Desa yang terisolasi akibat banjir adalah Desa Aleuti, Kecamatan Padangguni dan Desa Lalomerui, Kecamatan Routa.

”Di Desa Aleuti tercatat 23 kepala keluarga atau 85 jiwa dan Desa Lalomerui sebanyak 92 kepala keluarga atau 281 jiwa,” kata Herianto seperti dilansir dari Antara di Konawe pada Minggu (19/7).

Herianto mengungkapkan, sebanyak empat desa di dua kecamatan yang terdampak paling parah adalah Desa Laloika yang dihuni 75 KK atau 278 jiwa, Desa Ambulanu 474 jiwa, dan Desa Wonua Monapa 548 jiwa (Kecamatan Pondidaha) serta Desa Waworaha (Kecamatan Lambuya) 488 jiwa.

”Dari 2.719 KK yang terdampak, sebanyak 1.154 KK atau 3.114 jiwa mengungsi di balai desa, gereja, pinggir jalan, rumah keluarga, gedung SMP, dan tempat pengilingan padi,” jelas Herianto.

Dia memaparkan, ke-16 kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Pondidaha (10 desa), Wonggeduku (5 desa), Lambuya (1 desa), Tongauna Utara (1 desa), Abuki (2 desa), Bondoala (8 desa), Puriala (4 desa), Tongauna (1 desa), Padangguni (2 desa), Anggaberi (2 desa), Roauta (1 desa), Anggotoa (1 desa), Kapoiala (4 desa), Sampara (5 desa), Amonggedo (1 desa), dan Wawotobi (1 desa).

Selain itu, Herianto mengungkapkan, terdapat 120 jiwa bayi, balita 475 jiwa, lansia 445 jiwa, ibu hamil 85 jiwa, dan disabilitas satu jiwa terdampak banjir di daerah itu.

Selain merendam rumah warga, banjir di Kabupaten Konawe tersebut juga merendam rumah ibadah seperti masjid dan ratusan hektare tanaman padi, puluhan hektare tanaman kakao, tanaman sayur dan hortikultura, seperti di Desa Sulemandara, Ambulaanu, Dawi-dawi, Langgonawe, Bendewutu, dan Desa Puusangi. Seperti dilansir dari jawapos.com.