Bagaimana Nangka Mirip Pisang di Cibatu Sukabumi Tumbuh, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Iklan Semua Halaman

.

Bagaimana Nangka Mirip Pisang di Cibatu Sukabumi Tumbuh, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat, 24 Juli 2020

Nangka unik tumbuh di Kampung Cibatu RT 13/03 Desa Cibatu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Sekilas, buah nangka yang tumbuh mirip dengan buah pisang dan warnanya kuning.

Nangka unik itu ditanam sejak enam tahun silam oleh Judin Basyari di dekat kediamannya. Beratnya sekitar empat kilogram. Judin menyebut nangka unik itu dengan nama "Nangka Telanjang".

Ada penjelasan ilmiah di balik kemunculan Nangka Telanjang tersebut. Seperti dipaparkan Dosen dan Peneliti Biodiversitas Tumbuhan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Billyardi Ramdhan.

Menurut Billy, nangka (Artocarpus heterophyllus) merupakan tanaman asli India selatan yang tersebar mulai dari India, sampai ke Asia Tenggara. Termasuk ke dalam family moraceae (satu keluarga dengan beringin dan sukun) berkerabat dengan teureup (Artocarpus Elasticus). Nangka termasuk tumbuhan khas tropis yang berdaun lebar, bergetah, dan memiliki keunikan pada buahnya yang disebut buah majemuk.

"Di India dan Asia Tenggara, ada banyak jenis varietas Nangka. Mulai yang liar sampai hasil rekayasa. Diantaranya yang mulai komersil adalah Nangka Merah, Nangka Putih dan Nangka Madu," sebutnya saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Rabu (22/7/2020).

"Nangka putih sendiri perrnah saya dapatkan informasinya di temukan di Cireunghas. Walaupun belum diketahui apakah hasil mutase atau muncul sendirinya atau memang ditanam dari bibit impor. Sementara untuk Nangka Madu merupakan Nangka yang saat ini memiliki potensi pasar yang cukup tinggi," imbuhnya.

Kemudian untuk Nangka Telanjang, ia menjelaskan, varietas ini merupakan nangka unik yang berasal dari Rawa Bogel, Bekasi, Jawa Barat pada tahun 2004. Nangka Telanjang sudah dikenalkan secara luas oleh Taman Buah Mekar Sari.

"Jauh sebelumnya, memang banyak juga bermunculan fenomena Nangka Telanjang, dimana perkembangan kulit atau tenda bunga bersama tidak berkembang, di daerah lainnya dan di luar negeri," jelasnya.

"Tanaman ini merupakan hasil mutasi gen secara alami. Pertumbuhan tanamannya cepat seperti nangka pada umumnya dengan tinggi tanaman 8–10 meter. Tanamannya mampu beradapatasi dengan baik pada ketinggian 0–800 mdpl. Buah nangka ini pada awalnya tumbuh normal seperti nangka pada umumnya," kata Billy lagi.

Nangka Telanjang dengan buah mirip pisang di Kampung Cibatu RT 13/03 Desa Cibatu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Rabu (22/7/2020). | Foto: Oksa BC

Masih kata Billy, pada umur dua bulan, mulailah kulit Nangka Telanjang merekah dan muncul bentuk menyerupai buah pisang yang makin lama makin besar dan banyak, serta bentuknya tidak beraturan.

"Tak heran di berbagai tempat nangka ini populer dengan sebutan nangka berbuah pisang. Daging buah yang sudah masak dapat dimakan langsung. Caranya hanya dengan mencabut daging buah tanpa perlu mengupas kulitnya. Rasa daging buah manis sedang dengan tekstur daging buah renyah," ujar Billy.

Ia juga menyebutkan ada pula yang disebut Nangka Pisang. Merupakan kelainan yang sama dengan Nangka Telanjang, bedanya adalah perkembangan dari bakal buahnya yang sangat pesat, sehingga menyembul mirip seperti pisang. Hal ini ditemukan salah satunya di Cicantanyan pada tahun 2011.

"Mengapa Kulitnya tidak berkembang? Buah Nangka termasuk ke dalam buah majemuk, buah majemuk adalah buah yang terbentuk dari banyak banyak bunga. Satu bunga satu duri, dan jika berkembang menjadi satu buah. Satu buahnya satu camplung nangka yang di dalamnya terdapat satu biji. Maka bayangkan satu nangka itu sebenarnya banyak buah yang terbentuk dari banyak Nangka," ungkapnya.

"Sedangkan jerami (rags) merupakan buah yang gagal berkembang, makanya jumlah duri di kulit akan sama dengan jumlah jerami dan camplung Nangka. Jika semua bunga berkembang menjadi buah semua, tanpa meninggalkan jerami, makanya kulitnya sering pecah karena tidak berimbang dengan perkembangan kulit nangka," bebernya lagi.

"Kulit Nangka itu sendiri adalah gabungan dari tenda bunga atau perhiasan bunga yang berupa kuncup atau duri tanpa ada perhiasan dan hanya mengeluarkan putik atau benang sarinya pada saat penyerbukan," kata Billy.

"Jika buah nangka jadi semua makanya kulit sering pecah. Nah pada Nangka Telanjang atau Nangka Pisang ini, justru kulit mengalami kerusakan, tidak berkembang akibat kerusakan genetik yang terjadi berdasarkan mutasi alami. Artinya perubahan gen secara alami, bukan rekayasa manusia," tandasnya. Seperti dilansir dari sukabumiupdate.com.