Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

Ada Sekolah Bayar Pakai Sampah Plastik Lho !


Pembayaran uang sekolah di TK Mutiara yang beralamat di Jalan Bukit Ngalau Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Sumatera Barat ini cukup unik. Jika biasanya sekolah meminta pembayaran uang sekolah dengan uang, namun di TK Mutiara ini pembayaran uang sekolah dengan sampah plastik. “Sebelumnya saya melihat banyak orang tua yang menunggak dan tidak mampu membayar uang sekolah anaknya. Kemudian muncul lah ide saya untuk pembayaran uang sekolah dengan sampah. Kondisi ekonomi orangtua di lingkungan sekolah menengah ke bawah,”ujar Asri Astianingsih ke Kompas.com, Rabu (15/7/2020).

Agar orangtua siswa tak menunggak bayar uang sekolah Asri menjelaskan orangtua siswa minimal menabungkan sampah plastiknya sebanyak 1 kilogram yang dihargai Rp 6.000. Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan harga pengumpul barang bekas. Hal itu dilakukan demi membantu orangtua siswa. “Harga di pengumpul barang bekas satu kilogramnya sampah plastik tersebut hanya Rp 3.000 paling mahal. Untuk uang sekolah satu bulannya sebesar Rp 150.000,”paparnya. Tidak semua jenis sampah plastik yang bisa dijual orang tua siswa, sampah yang bisa dijual tersebut seperti sampah plastik minuman sachet dan sabun mandi.

Kurangi sampah plastik “Jadi sampah yang akan dijual ke kami itu harus bersih. Jika tidak bersih kami tidak mau membelinya, artinya orangtua siswa itu harus membersihkannya terlebih dahulu,” jelasnya. Dengana danya program pembayaran uang sekolah dengan sampah ini menurut asli, jumlah sampah plastik di sekitaran sekolah jauh lebih berkurang. Hal ini dikarenakan para orangtua murid mengumpulkan sampah tersebut untuk ditabungkan dan dijadikan pembayar uang sekolah. “Saat ini jumlah siswa kami ada sebanyak 30 orang. Artinya akan ada 30 orang yang akan mencari sampah plastik untuk membayar uang sekolah anaknya, akibatnya sampah plastik di sekitaran sekolah terutama berkurang drastis. Orang tua murid bisa kapanpun untuk menyerahkan sampah plastiknya,” paparnya. Diolah jadi kerajinan Sampah plastik tersebut itu nantinya akan diolah menjadi sejumlah bahan kerajinan, seperti tas dan sejumlah kerajinan lainnya. Hasil kerajinan dari sampah plastik tersebut sudah dipasarkan ke sejumlah tempat. “Ada yang kita olah menjadi clemek, tas, keranjang dan lainnya. Hasil olahan itu kita jual dan dipasarkan ke sejumlah tempat. Alhamdulilah saat ini sudah ada pasarnya,”ujarnya. TK Mutiara ini merupakan salah satu bagian dari program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PBKM) Karang Putih Kecamatan Lubuk Kilangan. Selain TK Mutiara, PKBM Karang Putiah juga memiliki program Bank Sampah. “Awalnya kita memiliki program bank sampah, baru kemudian mendirikan sekolah dengan pembayaran uang sekolah menggunakan sampah plastik ini,” tuturnya. Seperti dilansir dari kompas.com.