Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget




 

5 Jenis Sapi Terbaik Dan Terpopuler Saat Hari Raya Idul Adha



Hari raya Idul Adha identik dengan menyembelih berbagai hewan ternak, seperti sapi, kambing atau domba.

Hewan yang akan dikurbankan haruslah memenuhi syarat, yaitu sudah mencukupi umur dewasa, sehat secara akal dan fisiknya.

Memiliki tubuh yang gemuk serta tidak memiliki cacat tubuh dan tidak sedang menderita sakit tertentu,  sehingga mutu dan kualitas daging hewan tersebut terjaga untuk menjaga kesehatan bersama.

Nah sobat garuda,  berikut adalah 5 sapi terbaik dan terfavorit  yang menjadi pilihan saat  menjadi hewan kurban pada lebaran Idul Adha:

1. Sapi Limosin


Foto: Istimewa

Nama sapi jenis ini memang terdengar cukup unik,  ya… sapi limosin merupakan sapi yang berasal dari wilayah Limousin,  Prancis,  negeri barat yang terkenal dengan musim dinginnya.

Sapi yang memiliki ciri khas warna kulit merah bata, krem, dan hitam ini, ternyata memiliki kualitas daging  yang sangat baik, empuk dan rendah lemak,  sehingga sangat sehat apabila dikonsumsi.

Selain itu,  sapi limosin juga terkenal akan daging-daging yang padat di dalam tubuhnya, sehingga tak ayal jika sapi jenis ini tak pernah absen  dan selalu menjadi pilihan nomor satu,  bagi presiden RI untuk dijadikan hewan kurban.

Satu ekor sapi Limosin rata-rata memiliki berat berkisar 1,2 ton dengan tinggi 1,5 meter. Dengan kualitas daging yang bagus, serta bobot 1 ekor yang melebihi rata-rata. Maka tak heran jika sapi Limosin ini  dibanderol dengan harga yang cukup mahal.



2. Sapi Bali


Foto: Istimewa

Jenis sapi yang dihasilkan oleh hasil genetika dari banteng asli indonesia,  memiliki keunggulan dalam daya reproduksi dan adaptasi ini  juga patut kamu masukkan ke dalam daftar hewan sapi kurban terbaik.

Keistimewaan dari sapi yang berasal dari pulau Bali ini  adalah memiliki postur tubuh yang gemuk serta daging yang padat.
Warna dagingnya berwarna merah segar,  kandungan lemak sedikit,  dan jumlah karkas di atas 50 persen,  yang artinya persentase daging lebih banyak daripada tulang. Ini menjadi alasan yang tepat mengapa kamu harus memilih sapi jenis ini.
Bahkan,  sapi Bali kini menjadi jenis sapi yang laris di pasaran,  karena kualitas dan harganya yang cukup sepadan.
Bobot sapi Bali pun bervariasi, untuk satu ekor sapi Bali bisa mencapai berat antara 200 kg hingga 500 kg.


3. Sapi Brahman

Foto: Istimewa


Sapi Brahman adalah salah satu contoh sapi India yang kini telah mendunia, sapi ini pada mulanya memang berasal dari wilayah India. Namun, kemudian negara Amerika Serikat mengembangkan genetik dari sapi Brahman ini, lalu diekspor ke berbagai negara di dunia.

Seekor sapi Brahman jantan, memiliki bobot berkisar 800 kg hingga 1.100 kg, sedangkan untuk sapi Brahman betina, memiliki bobot dibawahnya yaitu berkisar 500 kg sampai 700 kg.

4. Sapi Ongole

Foto: Istimewa


Sapi yang juga berasal dari Iondia ini biasanya berwarna putih atau merah   dan memiliki ciri khas yaitu terdapat rambut berwarna hitam pada area mata, dan ujung ekornya.

Sapi jenis ini pun juga digadang-gadang  sebagai sapi potong terbaik daerah tropis  yang menghasilkan daging berkualitas.
Persentase karkas sapi yang memiliki gelambir di bawah perutnya ini pun cukup besar yakni berkisar 45-58% , dengan daging 4,25 kali lebih banyak daripada tulangnya.

5. Sapi Simental

Foto: Istimewa


Bentuk sapi Simental terkenal lebih kekar dan penuh otot,  sapi yang berasal dari negara Swiss ini juga menjadi salah satu jenis sapi favorit  yang digunakan untuk berkurban.
Selain memiliki daging yang banyak di dalam tubuhnya sapi jenis ini juga mampu menjadi sapi perah yang menghasilkan susu banyak.

Cara mengenali sapi simental pun cukup mudah,  biasanya sapi ini memiliki warna kulit kemerahan atau coklat  dengan bagian putih pada muka, lutut, ekor, dan bawah perutnya. Bobot sapi Simental pun juga lumayan besar,  yakni berkisar antara 700 kg hingga 1,2 ton.



Nah, saobat garuda,  itu tadi 5 sapi terbaik dan terpopuler saat lebaran Idul Adha, dan banyak diburu oleh para pengkurban.


Penulis: Erisa Solin
Editor : Kinikuman