Wanita Ini Harus Dirawat 2 Tahun Lebih Akibat Softlens

Iklan Semua Halaman


.

Wanita Ini Harus Dirawat 2 Tahun Lebih Akibat Softlens

Kamis, 11 Juni 2020

Sudah bukan rahasia lagi kalau softlens atau lensa kontak abal-abal memiliki risiko kesehatan yang tinggi. Banyak contoh kasus yang memaparkan dampak negatif dari penggunaan lensa kontak abal-abal, mulai dari mata iritasi sampai kebutaan.

Baru-baru ini, mengemuka kasus unik yang diakibatkan oleh penggunaan softlens abal-abal. Seorang perempuan di Inggris bernama Sophie Mallon ini misalnya. Sophie baru saja sembuh dan diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit (RS) setelah selama 771 hari atau dua tahun lebih dirawat akibat penyakit serius yang diakibatkan oleh lensa kontak.

Perempuan berusia 24 tahun yang didiagnosis menderita peradangan akut di otaknya karena dampak dari penggunaan lensa kontak. Dia pertama kali menyadari ada sesuatu yang salah ketika penglihatannya mulai kabur dan berbayang. Sebelumnya, lensa kontak yang dipakainya kedapatan sobek di matanya lalu dia melepasnya, demikian dilaporkan Liverpool Echo.

Beberapa jam kemudian, Sophie mulai kesakitan hingga tidak bisa makan. Wajahnya lalu mati rasa dan terpaksa harus diberi suntikan.

Pada 25 Januari 2018, Sophie dibawa ke RS Pusat Walton di Liverpool, Inggris. Dari pemeriksaan, ditemukan bahwa sebagian otaknya bengkak dan dia tiba-tiba menjadi kesulitan bernapas.

Sophie harus menghabiskan 26 bulan untuk pulih dari penyakitnya itu. Dia harus belajar berbicara dan menelan dengan rehabilitasi intensif.

Sophie menceritakan, matanya masih baik-baik saja hingga tanggal 10 Januari dua tahun silam. Penglihatannya lalu mendadak kabur setelah ia selesai bekerja. Kala itu, Sophie hanya berpikir hal itu akibat robeknya lensa kontrak yang ia pakai.

“Ketika saya sampai di rumah, saya langsung mengambil lensa kontak saya dan penglihatan saya masih berbayang. Saya menaruh obat tetes mata dan berharap esok pagi sudah sembuh. Ketika saya bangun, penglihatan saya masih kabur sehingga saya harus menelepon bos saya dan mengatakan kepadanya bahwa saya tidak dapat bekerja,” katanya.

Panik, Sophie pun mencari pertolongan dengan mendatangi beberapa toko optik dan dokter mata. Salah seorang dokter yang ia datangi akhirnya merujuk Sophie ke rumah sakit karena masalah di matanya bukan hal remeh.

Sophie segera dirujuk ke Unit Mata St Paul di Rumah Sakit Royal. Seiring berjalannya pemeriksaan di rumah sakit, Sophie mulai mengalami gejala yang semakin mengerikan seperti sulit makan dan sulit bicara.

Setelah dua minggu di rumah sakit, hasil scanning MRI menunjukkan terdapat lesi pada batang otaknya. Hal ini pun membuat Sophie harus dirawat selama 26 bulan.

Konsultan Sophie, Dr Chrissie Burness mengatakan, Sophie telah menjadi inspirasi bagi semua orang yang telah merawatnya selama perjalanan ini.

“Sophie menghadapi penyakitnya dengan keberanian dan keanggunan. Sophie akhirnya dapat meninggalkan rumah sakit untuk melanjutkan hidupnya,” ucapnya. Seperti dilansir dari jawapos.com.