Tidak Sah Jadi Orang Indonesia Kalo Belum Tau Kepanjangan Ini..

Iklan Semua Halaman


.

Tidak Sah Jadi Orang Indonesia Kalo Belum Tau Kepanjangan Ini..

Jumat, 05 Juni 2020


Banyak hal yang sering kita dengar tapi karap kali tidak tahu apa arti maupun kepanjangannya, nah hal hal tersebut pasti banyak yang belum mengetahui nya,

Terlebih bagi orang Indonesia, beberapa sebutan profesi, makanan yang biasa kita jumpai sehari hari ternyata memiliki singkatan dan arti tersendiri. Seperti beberapa di bawah ini. Seperti  yang dikutip goodnewsfromindonesia.id. Yuk kita ulas satu persatu.



1. Petani 



Pernah tahu nga apa itu kepanjangan Petani? nah Petani merupakan singkatan dari Penyangga Tatanan Negara Indonesia. Nah perlu diketahui  kata ‘petani’ berasal dari kata ‘tani’. Karena Indonesia sebagai negara agraris, dengan suburnya lahan untuk bertani, membuat profesi petani mempunyai peran penting.

Di era perjuangan menuju kemerdekaan, profesi petani saat itu sangat mendominasi di kalangan masyarakat. Bung Karno juga ingin mengangkat derajat petani untuk melawan penjajah dengan pemikiran revolusioner yang berbasis pada buruh pabrik.

Bung Karno juga menganggap petani sebagai tulang punggung bagi identitas Indonesia. Oleh karena itu Bung Karno juga lah yang memberikan sebuah kepanjangan khusus untuk kata ‘petani’, yakni sebagai Penjaga Tatanan Negara Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Bung Karno pertama kali pada tahun 1952 di tengah penggaungan swasembada pangan untuk menjaga stabilitas nasional. Oleh karena itu petani selalu dipandang spesial sebagai penjaga ketahanan pangan. Bahkan sampai hari ini ya.

2. Perkedel 



Foto Istimewa

Nah Perkedel merupakan salah satu makanan khas orang indonesia yang sangat populer. namun tau nga kamu kalau perkedel itu mempunyai sejarah yang cukup panjang, dan perkedel memiliki kepanjangan tersendiri.

Perkedel  berasal dari bahasa Belanda yaitu frikadel. Frikadel juga termasuk makanan asli Eropa yang penampakannya mirip perkedel punya kita sekarang. Di Jerman dan Denmark, frikadel menjadi salah satu makanan khas di sana.

Perkedel merupakan singkatan dari Persatuan Kentang dan Telur, makanya ada beberapa sebutan untuk makanan ini seperti frikadeller, frikadellen, buletten, fleischkuechle, dan fleishpflanzerl. Tergantung dari negara mana, tapi bahan dari makanan ini cenderung sama di setiap negara.

Makanan Eropa ini terbuat dari lumatan daging cincang yang kemudian digoreng. Diperkirakan saat Indonesia dijajah oleh Belanda, frikadel sempat dibuat di Indonesia. Hanya saja bagi warga Indonesia, daging sangat sulit didapat sehingga makanan ini dibuat dengan memanfaatkan kentang dari hasil pertanian.

Sedangkan telur digunakan agar adonan kentang yang dihancurkan tadi tetap melekat saat digoreng. Sehingga cenderung mudah untuk dibentuk.

Hingga sekarang perkedel ternyata semakin berkembang. Kreasi masyarakat Indonesia melahirkan berbagai perkedel jenis lainnya, seperti perkedel jagung, ubi jalar, dan tahu.


3. Basa-Basi 



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), basa-basi diartikan sebagai adat sopan santun; tata krama pergaulan. Arti lainnya adalah ungkapan yang digunakan hanya untuk sopan santun dan tidak untuk menyampaikan informasi.

Ternyata basa-basi juga berasal dari kepanjangan 'bahas sana bahas sini'. Memang tidak ditemukan etimologi kata tersebut secara keilmuan. Tapi tetap masuk akal ya. Namanya juga basa-basi, bukan diskusi dan persentasi yang cenderung menyampaikan informasi.

Jika sesuai dengan KBBI, ternyata basa-basi dapat diartikan sebagai sikap dan perlakuan baik. Karena sebenarnya basa-basi memang diperlukan untuk memulai sebuah obrolan dan menghormati orang yang sedang bersama kita.


4. Putu 


Foto: Kue putu bambu. (net)

Kue yang satu ini sering kali lewat di depan rumah kita, ataupun keliling komplek, ternyata kue putu ini punya kepaanjangan tersendiri loh. Putu merupakan singkatan dari  Perdagangan Umum Tenaga Uap.

Kue putu ini  berasal dari bahasa Jawa. Sebelumnya dikenal sebagai kue puthu bumbung. Ciri khasnya adalah suara khas seperti orang bersiul yang nyaring dan panjang yang keluar dari semburan udara yang berasal dari lubang kukusan kue ini.

Ada beberapa versi yang menyebutkan asal muasal kue putu hingga menjadi kudapan tradisional khas Indonesia. Ada yang menyebut dari masa kolonial Belanda, ada pula yang mengira ini berasal dari China yang kemudian terjadi akulturasi dengan selera masyarakat Jawa.

Meski begitu bahan baku kue putu, yaitu tepung beras dan gula merah, serta taburan kelapa ini sudah menjadi bahan dasar kuliner khas Indonesia dan Asia.

Jadi, kepanjangan putu sebagai 'perdagangan umum tenaga uap' itu lebih kepada pengertian secara umum, singkat, dan padat akan proses pembuatan kuenya.

5. Benjol 

Foto: Halodoc.com

Dalam KBBI benjol diartikan sebagai bengkak atau bincul pada dahi atau kepala. Sedangkan dalam dunia kesehatan benjol disebut dengan edema.

Benjol bisa terjadi disebabkan oleh bengkak pada jaringan pembuluh darah karena benturan yang terjadi. Pada saat benturan itu terjadi, kulit kepala manusia yang memiliki suplai darah yang melimpah itu akan luka sehingga akan menyebabkan pendarahan di bawah kulit pada daerah yang terkena benturan.

Namun benjol ternyata singkatan dari Bengkak-Menonjol. Normalnya, benjol ini akan segera kempes dalam hitungan jam atau paling lama tiga hari.


6. Doi 




Nah kata kata Doi sering muncul dikehidupan kita, terutama di kalangan remaja, untuk menyebutkan seseorang yang menjadi orang terdekatnya. Tapi tahukah kamu ternyta Doi memiliki kepanjangan. Doi merupakan singkatan dari Dia Orang Istimewa.

Istilah doi pertama kali dan kerap dikenal berasal dari bahasa Inggris yaitu Digital Object Identifier (DOI). Ini merupakan alat pengenal permanen yang digunakan pada suatu dokumen elektronik.

Penggunaannya adalah untuk memberikan catatan ilmiah atau artikel yang mengenali angka-angka secara unik yang dapat digunakan oleh seseorang untuk menempatkan rincian catatan dan salinan elektronik. Sistem DOI lebih ke penggunaan metadata.

Pengertian ‘doi’ sebagai kepanjangan dari ‘Dia Orang Istimewa’ sebenarnya bahasa informal saja karena sebetulnya tidak sesuai dengan kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Istilah ini biasanya digunakan untuk menyebutkan seseorang yang “spesial” yang sering digunakan oleh perempuan yang sedang membicarakan kekasihnya atau gebetannya.


nah itu tadi 6 singkatan dan nama khusus yang sering kita ucapkan namun banyak yang tidak tahu artinya atau pun kepanjangannya.