Ratusan Hewan Mati Misterius di Tapanuli Utara

Iklan Semua Halaman


.

Ratusan Hewan Mati Misterius di Tapanuli Utara

Rabu, 24 Juni 2020

Medan - Kematian ratusan ekor hewan atau ternak warga yang berada di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara beberapa waktu lalu masih menjadi misterius. Pasalnya, sampai saat ini pihak berwajib dan pihak pemerintah setempat belum berhasil menangkap pelakunya.

Bahkan, Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan telah melakukan koordinasi kepada pihak BBKSDA Sumut, TNI, Polri dan masyarakat untuk mencari pelaku dibalik matinya ratusan ekor hewan atau ternak warga di desa tersebut.

"Kita telah melakukan rapat dengan tim penelitian dan pencarian binatang misterius untuk mencari siapa pelakunya," kata Nikson, Rabu (24/6).

Nikson menuturkan bahwa dari hasil rapat yang telah mereka gelar dengan beberapa pihak terkait bahwa kejadian tersebut sudah pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.

"Dari laporan Kapolsek Siborongborong Silalahi melaporkan bahwa kejadian ini pernah terjadi sejak 2017, 2018 dan 2019. Di mana, pelaku memangsa binatang seperti bebek, entok dan angsa," tuturnya.

Pada 2020, peristiwa serupa terjadi kembali. Di mana, pelakunya memburu ternak warga seperti Babi, ayam dan bebek. Namun, yang anehnya dagingya tidak dimakan. Hanya darahnya yang diisap lalu bagian dalam perutya di makan.

"Oleh karena itu, pihak Polres dan Kodim melalui Babinsa dan Babinkamtibmas tetap melakukan patroli untuk menjamin keamanan masyarakat. Selain itu, pihak BKSDA untuk tetap koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Muspika," terang Nikson.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa peristiwa tersebut terjadi di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara pada Jumat (19/6) lalu. Di mana, beredar kabar bahwa hewan atau ternak milik warga di desa tersebut seperti babi, ayam dan bebek dibunuh secara sadis oleh sosok pengisap darah ternak.

Pihak pemerintah di Tapanuli Utara saat ini juga telah memasang kamera trap dibeberapa titik untuk mencari tahu siapa pelakunya. Selain itu juga pihaknya telah membentuk tim yang terdiri dari TNI, Polisi, BKSDA dan institusinya, untuk mecari kebenarannya. (Fajar)