gtag('config', 'UA-171687211-1'); Polisi Bubarkan Konser Musik di Bali -->

Iklan Semua Halaman


.

Polisi Bubarkan Konser Musik di Bali

Monday, June 29, 2020

Personel band Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias Jerinx kembali membuat kontroversi. Sabtu malam (27/6), dia menggelar konser live music di bar Kuta Rock Cit. Tak pelak, acara itu pun didatangi tim gabungan Polsek Kuta, Satuan Polisi Pamong Praja dan Desa Adat Kuta.

Dari informasi yang dihimpun di internal kepolisian, konser di bar yang terletak di Banjar Buni, Kuta, Badung itu diikuti lebih dari 50 orang.

Menurut sumber petugas, acara tersebut kabarnya dibubarkan oleh petugas gabungan karena menimbulkan kerumunan. Hal berbeda diungkapkan pentolan SID ini dari statusnya di instagram, dia mengklaim petugas datang setelah acara selesai.

Dalam video yang beredar di media sosial, Jerinx sempat beradu argumen dengan polisi terkait acara yang digelarnya di tengah pandemi. Jerinx ngotot bahwa acara yang digelarnya tidak membahayakan dan virus Covid-19 tersebut, menurut Jerinx, merupakan konspirasi.

“Kami membubarkan acara berkerumun seperti itu karena transmisi lokal di Bali meningkat. Acara tanpa memperhatikan protokol kesehatan seperti itu masih belum bisa terlaksana,” ungkap sumber di internal polisi.

Sementara itu, dari informasi masyarakat yang di sekitar bar tempat acara live music tersebut menuturkan kepada media bahwa tidak kali ini saja bar tersebut menggelar acara seperti Sabtu (27/6).  “Jerinx dan teman-temannya juga membagikan nasi bungkus setiap hari kepada warga. Mereka juga main musik di sana, tapi tertutup,” jelas warga yang enggan disebutkan namanya.

Masih menurut sumber tersebut, live music yang dilakukan Jerinx secara terbuka, bukan pertama kalinya. Pada bulan yang sama, Jerinx dikabarkan pernah dua kali mengadakan acara serupa, tetapi tidak terpantau oleh petugas.

Sementara itu, dari statusnya Jerinx di media sosial, dia juga mengklaim dengan dicabutnya maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, maka tidak ada larangan bagi orang berkumpul. Dia juga mencantumkan link berita terkait pencabutan maklumat tersebut.

Kasubah Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengaku belum menerima laporan terkait pembubaran acara di bar di Kuta itu. Namun dia menegaskan, apa yang dilakukan petugas adalah untuk kebaikan masyarakat. “Prinsipnya kami menjalankan tugas untuk kepentingan bersama, virus ini kan masalah yang serius,” jawabnya.

Sejak pandemi ini, Jerinx memang tergolong sering menuai kontroversi karena kerap menyuarakan ketidakpercayaannya atas Covid-19. Dia menyebutnya sebagai konspirasi. Jerinx juga pernah narasumber live di salah satu televisi nasional. Dia sempat berdebat dengan narasumber lain yang membantah pernyataan Jerinx bahwa Covid-19 adalah bagian dari teori konspirasi. Seperti dilansir dari jawapos.com.