gtag('config', 'UA-171687211-1'); Ngaku Bisa Obati Jerawat Dan Keputihan, Dukun Gadungan Ini Cabuli Siswi SMA 9 Kali -->

Iklan Semua Halaman


.

Ngaku Bisa Obati Jerawat Dan Keputihan, Dukun Gadungan Ini Cabuli Siswi SMA 9 Kali

Saturday, June 27, 2020
Dukun cabul ditahan anggota Polres Malang usai terungkap aksinya mencabuli siswi SMA sembilan kali. [Beritajatim.com]


Mengaku sebagai dukun yang mampu mengobati jerawat dan keputihan, Sukir (52), Warga Pakis Kabupaten Malang, kini terpaksa mendekam di penjara karena aksinya memperkosa siswi SMA sebanyak 9 kali di rumahnya.


Dilansir suara.com, kejadian  bermula saat korban mendatangi rumah tersangka dengan tujuan untuk minta doa agar bisa lolos mengikuti seleksi Paskibra. Namun, hasil seleksi kemudian korban tetap dinyatakan tidak lolos.

“Setelah itu, pada April 2020 lalu tersangka kemudian mendatangi rumah korban lalu mengiming-imingi doa jawa agar korban terlindungi dan mempunyai banyak teman. Saat ini korban berusia 19 tahun dan masih duduk di bangku SMA,” kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo Jumat (26/6/2020).

Tersangka mengaku kepada korban, jika dirinya bisa menyembuhkan jerawat dan keputihan. Korban mempercayainya sehingga mendatangi rumah tersangka.

“Ketika di rumah tersangka, korban ini dipaksa untuk tidak mengenakan busana saat pengobatan berlangsung. Pengobatannya sendiri berupa membaluti sekaligus memijat seluruh badan korban dengan ramuan berupa minyak parfum, dan sejumlah kembang ke seluruh badan korban. Dimandikan dengan air kembang sembari di doa-doain,” terangnya.

Saat ingin menghilangkan penyakit keputihan korban, pelaku sebenarnya ingin menggunakan jarinya.

Karena pelaku beralasan takut jarinya terluka, maka diganti dengan alat vitalnya. Kejadian itu berlangsung selama sembilan kali.

“Korban dipaksa untuk diam oleh pelaku dan diancam jika berbicara ke orang lain, akan disantet oleh pelaku,” jelas AKP Tiksnarto Andaru.

Karena korban tak kuat dan merasa tertekan secara psikis.  Melihat kegelisahan korban tersebut, warga akhirnya bertanya dan korban menceritakan semuanya.

“Mendengar cerita korban, warga pun geram atas kelakuan pelaku, dan sempat ingin main hakim kepada pelaku. Tapi Polsek setempat langsung mengamankan pelaku dan tidak sempat dimassa,” pungkas Andaru.

Untuk proses hukum lebih lanjut, pelaku dikenakan Pasal 285 atau 286 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.