Mendagri Pelajari Kesuksesan Korea Selatan Adakan Pemilu Saat Pandemi Covid-19

Iklan Semua Halaman


.

Mendagri Pelajari Kesuksesan Korea Selatan Adakan Pemilu Saat Pandemi Covid-19

Selasa, 09 Juni 2020

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bertemu Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-Beom. Pertemuan tersebut membahas keberhasilan Korsel menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi corona.

Pertemuan keduanya berlangsung di Gedung Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (08/06/2020). Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diberlakukan.

"Kita tadi berdiskusi, mendapat masukan dari Bapak Dubes mengenai pelaksanaan election Pemilu Legislatif Nasional di Korea Selatan, yang telah terlaksana pada tanggal 15 April yang lalu, tapi tahapan-tahapannya sudah dimulai dari Januari, Februari, Maret pada saat puncak pandemik di Korea dan justru angkanya sedang meningkat pada saat itu,” ucap Tito.

Mantan Kapolri itu juga berdiskusi terkait partisipasi masyarakat dalam pemilu. “Tadi kita banyak dapat masukan tentang bagaimana hasilnya malah sangat menarik karena semenjak tahun 1992 angka partisipasi tertinggi yaitu 96,6 persen, di tahun lalu 58 persen, jadi tertinggi semenjak tahun 1992, itu menarik sekali dan kemudian berlangsung juga aman tanpa ada ledakan kasus covid,” tutur Tito.

Belajar dari pelaksaan pesta demokrasi yang sukses itulah, keduanya banyak berdiskusi bagaimana jalannya pemilu dan pengamanan, serta protokol kesehatan ketat yang diterapkan pada saat pemilu. Di samping itu, dukungan publik yang tinggi, juga menjadi salah satu elemen tingginya partisipasi masyarakat dalam Pemilu.

“Belajar dari Korea Selatan inilah tadi kami mengundang duta besar Korea Selatan, beliau banyak memberikan masukan di antaranya dukungan publik yang sangat tinggi untuk melihat mendapatkan pemerintahan yang efektif dalam rangka menghadapi di antaranya permasalahan Covid-19 itu, kemudian ada juga protokol-protokol kesehatan yang dilakukan, termasuk bagaimana perlakuan terhadap hak pilih yang positif, hak pilih mereka yang sedang dikarantina dan kemudian ada hak pilih untuk para pemilih umum, bagaimana penggunaan alat protektif, kemudian jenis-jenis proteksi apa yang dipakai pada saat pemilihan umumnya, dan lain sebagainya,” jelas Tito.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-Beom, mengatakan, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang berhasil dalam pemilu legislatif. Ia pun berharap kesuksesan itu terulang pada pelaksanaan Pilkada Serentak yang akan digelar di Indonesia pada 9 Desember 2020.

“Pada hari ini saya menyampaikan beberapa poin dari pengalaman kami yang telah sukses menyelenggarakan Pileg pada tanggal 15 April lalu di Korea Selatan, dan Korea Selatan menjadi satu-satunya negara di seluruh dunia yang telah berhasil menyelenggrakan Pemilu nationwide dan tanpa terjadi satu orang pun yang terkonfirmasi Covid-19 selama pileg kemarin, dan Pileg kemarin di laksanakan ditengah pandemi Covid-19. Pada hari ini juga saya juga menyampaikan harapan kami agar Pilkada yang akan diselenggarkan di Indonesia tanggal 9 Desember nanti dapat berlangsung secara sukses, aman dan juga dengan partisipasi yang sangat tinggi,” ujar Kim Chang-Beom.

Ia menegaskan, kesuksesan tersebut selain ditopang oleh protokol kesehatan yang ketat, juga karena kepercayaan publik lewat partisipasi masyarakat yang tinggi. Tak hanya itu, aksi sodaritas dan kolaborasi untuk saling menjaga diri, melakukan protokol kesehatan, dan dukungan semua pihak juga dibutuhkan untuk keberhasilan Pemilu.

“Dan salah satu poin penting dari pembelajaran yang kami dapat peroleh dari Pileg April kemarin di Korea Selatan adalah kami bisa menyukseskan Pileg kemarin, karena pertama tingginya partisipasi masyarakat sendiri, dan juga semua ikut ambil bagian untuk menjaga keamanan satu sama lain, dan juga bisa melaksanakan hak perpolitik masing-masing karena berkat dari solidaritas semua orang tentunya dari termasuk media, social society, dan kerjasama ini sebuah bentuk solidaritas yang penting untuk menyukseskan Pileg secara efektif dan aman, dan ke depannya bagi Indonesia tentu perlu sebuah keyakinan dan kepercayaan dan juga kerjasama bersama gotong-royong untuk menunjukkan sebuah mode baru, sebuah mode sukses Pilkada dan Pemilu kepada dunia,” pungkasnya. Seperti dikutip dari okezone.com.