Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

Mantan Napi Asimilasi Ditembak Polisi


Medan - Timsus Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan menembak kaki seorang pelaku perampokan karena melawan usai disergap di Jalan Perhubungan Desa Lau Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan.

Tersangka Dewan Ramadan (22), diringkus polisi setelah menjambret tas seorang wanita penumpang beca motor (Betor) hingga jatuh dari atas kendaraan yang ditumpanginya dan jatuh terseret-seret di Jalan Sutrisno.

Korban diketahui bernama Darmaida Sidabutar (49) warga Jalan MJ Manurung Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas.

Informasi dihimpun wartawan, penjambretan ini bermula ketika korban pergi dari rumahnya dengan menumpangi Betor menuju Pajak Sukaramai untuk berjualan, Minggu (7/6/2020) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Sesampainya di Jalan Sutrisno, dua orang pria menaiki sepedamotor jenis matic memepet Betor yang ditumpanginya dan langsung merampas paksa tas yang disandang korban.

Kuatnya tarikan tersangka membuat korban jatuh dari atas Betor dan mengalami luka-luka. Pengemudi Betor yang melihat korban sudah tidak sadarkan diri ini langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Madani.

Sedangkan pelaku kabur bersama tas korban berisi 2 unit HP, uang tunai Rp1 juta dan surat-surat penting lainnya. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.

"Setelah menerima laporan korban, Tim Sus Unit Pidum kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa kamera CCTV dan menangkap satu pelakunya, ternyata seorang residivis dan juga eks napi asimilasi," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, Kamis (11/6/2020).

Ia mengatakan tersangka dibekuk ketika berada di seputaran Jalan Perhubungan Desa Lau Dendang, tak jauh dari rumah tersangka.

"Saat dilakukan pengembangan tersangka melakukan perlawanan sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas dan keras, dengan melumpuhkannya," kata Ronny.

Usai ditembak, polisi lalu membawa tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan untuk mengangkat peluru yang bersarang di kakinya.

"Masih ada 3 pelaku lainnya yang diburon," jelas AKBP Ronny.

Diketahui tersangka sudah dua kali masuk sel, pertama tahun 2017 atas kasus pencurian spion. Kemudian tahun 2018 atas kasus perampokan dan bebas lewat program asimilasi. (Fajar)