Ketua MUI Kota Medan Imbau Calon Jemaah Haji Bersabar

Iklan Semua Halaman


.

Ketua MUI Kota Medan Imbau Calon Jemaah Haji Bersabar

Rabu, 03 Juni 2020

Medan - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Prof. Dr. Moh. Hatta mengimbau kepada para calon jemaah haji yang batal berangkat ke tanah suci Mekkah tahun ini untuk bersabar. Menurutnya, keputusan berat tidak adanya ibadah haji tahun ini untuk kebaikan bersama.

Hal tersebut diungkapkannya kepada wartawan usai rapat percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayah Kodim 0201/BS Medan, Rabu (03/06/2020) siang. "Kebijakan pemerintah untuk tidak melaksanakan ibadah haji tahun ini sungguh terasa berat. Jamaah harus bersabar karena ini demi keselamatan kebersamaan seluruh umat di dunia," katanya.

Dijelaskannya, adalah hal yang wajar jika ada masyarakat yang mengeluh dan kecewa karena sudah bertahun-tahun memimpikan untuk berangkat haji. Ibadah haji, kata dia, adalah selalu dihadiri oleh jutaan jemaah dari berbagai negara.

"Hal yang wajar karena sudah berharap berangkat haji, tapi tiba-tiba dibatalkan. Tapi saya katakan itu bukan kehendak dari pemerintah tapi ini kehendak seluruh manusia di dunia," katanya.

"Apabila di sana terjangkit, bisa kita bayangkan ini bisa menyebar ke seluruh dunia. Oleh sebab itu MUI Medan mamberi tausiah, agar masyarakat muslim bersabar. Di balik ini semua  ada hal-hal terbaik diberikan kepada kita semua," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumut, HM David Saragih mengatakannya ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (02/06/2020) sore.

"Totalnya ada 8.328 kuota kita untuk Sumut. Yang sudah melaksanakan pelunasan sebanyak 8.132 calon jemaah, sudah 97 persen lebih," katanya.

Sebagai gantinya, lanjutnya, jika calon jemaah haji yang sedianya berangkat tahun 2020 dijadwalkan berangkat pada tahun 2021.

"Kalau menurut mekanisme, yang tak jadi berangkat tahun ini berangkat tahun 2021. Yang tahun 2021 berangkat 2022, karena berdasarkan kuota," ungkapnya.

Pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinan adanya penolakan dari calon jamaah haji yang batal berangkat. Dijelaskannya, jika ada masyarakat yang tidak menerima, pihaknya tetap memberikan arahan melalui para ustadz. Jika ada yang kurang puas, lanjutnya, akan dikembalikan pelunasan.

"Kita akan kembalikan dengan teknisnya melalui Kemenag kab/kota, terus ke Kanwil dan akan usulkan ke Jakarta, itu 100 persen dari dana pelunasan, bukan awal," sebutnya.

David berharap masyarakat bisa menerima keputusan pembatalan dengan ikhlas karena keputusan tersebut diambil dalam rangka menyelamatkan jiwa.

"Jemaah yang sudah mendaftar agar dapat menerima apa yang diputuskan pemerintah. Yakinlah semua ada hikmahnya, ini penyelematan jiwa dan ibadah sama pentingnya," ujarnya. (Fajar)