Insentif Tenaga Kesehatan Baru Tersalurkan Rp 24,22 Miliar

Iklan Semua Halaman


.

Insentif Tenaga Kesehatan Baru Tersalurkan Rp 24,22 Miliar

Kamis, 25 Juni 2020

Pemberian insentif bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 terus berlanjut. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 3,7 triliun untuk 99.660 tenaga kesehatan. Baru sebagian kecil yang disalurkan karena terhambat verifikasi data.

Dananya diambilkan dari anggaran bantuan operasional kesehatan (BOK) tambahan. ’’Pemerintah menyalurkan insentif tenaga kesehatan secara bertahap berdasar hasil rekomendasi Kementerian Kesehatan,’’ ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan tertulis kemarin (24/6).

Sepanjang Maret hingga April, insentif yang disalurkan Rp 24,22 miliar. Insentif diberikan melalui 39 pemda untuk 6.586 tenaga kesehatan. Perinciannya, 49 dokter spesialis, 41 dokter umum dan gigi, 246 bidan dan perawat, serta 6.250 tenaga kesehatan lain di luar itu.

Seluruh tenaga kesehatan yang akan mendapat insentif terlebih dahulu harus melalui verifikasi Kemenkes. Nanti data mereka diserahkan kepada Kemenkeu. Berdasar data itulah, Kemenkeu mencairkan anggaran melalui revisi keputusan menteri keuangan.

Pada bagian lain, penghargaan serupa diserahkan kepada keluarga/ahli waris tenaga medis aparatur sipil negara (ASN) yang meninggal saat menangani pasien Covid-19. Diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Tjahjo Kumolo, surat keputusan (SK) pensiun beserta santunan jaminan kecelakaan kerja itu diberikan kepada ahli waris tiga ASN yang gugur dalam bertugas.

Mereka adalah almarhumah perawat Ninuk Dwi Pusponingsih (RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta), almarhum dr Tonni Daniel Silitonga (Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Bandung Barat), serta drg Yuniarto Budi Santosa (Dinas Kesehatan Kota Bogor). Seperti dilansir jawapos.com.