Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Monetize your website traffic with yX Media

Ini Dia Konglomerat Yang Masih Beruntung Ketika Pandemi Covid-19 Melanda


Masa pandemi Covid-19 seolah tak berdampak pada mereka yang dilabeli orang terkaya di dunia. Justru mereka tetap bisa menimbun pundi-pundi kekayaan di masa pandemi ini. Salah satunya CEO Amazon Jeff Bezos dan pendiri Microsoft Bill Gates.

Dilansir dari 9News, Kamis (11/6), CEO Amazon Jeff Bezos, telah menambah kekayaanya lebih dari AUD 59 miliar atau setara Rp 590 triliun selama pandemi Coronavirus. Meski dampak ekonomi masih dirasakan di seluruh dunia, seperti halnya Bezos, beberapa miliarder justru menghasilkan keuntungan pada 2020 ini.

Kekayaan bersih Bezos kini telah melonjak dari USD 41,3 miliar menjadi total USD 156 miliar (setara Rp 2,2 kuadriliun). Indeks Bloomberg Billionaires telah menunjukkan, pada saat yang sama, harga saham Amazon telah melonjak yaitu USD 2.600 selama enam bulan terakhir. Kekayaan Bezos sebagian besar terkait dengan kenaikan harga saham Amazon.

Pada Maret, saat Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, perusahaan melihat lonjakan besar dalam permintaan, per panggilan pendapatan kuartal pertama. Bezos adalah pemegang saham terbesar di perusahaan, dengan lebih dari 55 juta saham. Dia sekarang berada di puncak orang terkaya dunia dan disusul Bill Gates.

Meski di bawah Bezos, kekayaan Bill Gates telah melonjak USD 2 miliar selama pandemi. Sementara, nilai kekayaan pendiri Facebook Mark Zuckerberg telah melonjak hingga USD 12,2 miliar.

Sementara itu, CEO LVMH Hennessy Hennessy Bernard Arnault mencatatkan kerugian senilai USD 10,6 miliar sejauh ini pada tahun 2020. CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett bakal kehilangan USD 12 miliar.

Seperti diketahui, Amerika Serikat kehilangan 20,5 juta pekerjaan pada April dan angka pengangguran nasional naik menjadi 14,7 persen akibat pandemi Covid-19. Di antara perusahaan yang juga mengalami pertumbuhan nilai yang sangat besar selama krisis pandemi, platform komunikasi internasional Zoom telah meroket popularitasnya.

Para manajer platform juga mengatakan jumlah peserta pertemuan harian yang menggunakan program ini telah melonjak hingga lebih dari 300 juta orang selama pandemi. Itu sebagai tanda bahwa komunikasi di seluruh dunia berubah. Tren itu juga dicerminkan oleh aplikasi telekonferensi Tim Microsoft, yang menawarkan sekitar 75 juta pengguna setiap hari. Seperti dikutip dari jawapos.com.