Empat Napi Asimilasi Kembali Ditangkap

Iklan Semua Halaman


.

Empat Napi Asimilasi Kembali Ditangkap

Rabu, 17 Juni 2020

Medan - Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap empat narapidana (napi) asimilasi yang kembali melakukan aksi penjambretan di wilayah Kota Medan. Di mana, satu dari empat pelaku itu ditembak mati karena mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap.

Adapun keempat tersangka yang berhasil ditangkap adalah Andri Pratama Siregar alias Letoy (29) meninggal dunia, Sabarullah (25) warga Jalan Benteng, Lorong Sederhana, Erwin Syahputra (24) warga Jalan Kelambir V Garapan dan Galuh Pamungkas (22), warga Jalan Binjai KM 9,1.

"Keempat tersangka ini merupakan komplotan begal yang kerap beraksi di Kota Medan. Mereka kembali melakukan aksi penjambretan setelah bebas pada April 2020 lalu," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing saat paparan di Mapolrestabes Medan, Selasa (16/6).

Sementara, untuk tersangka yang meninggal dunia yakni tersangka Letoy yang juga merupakan otak pelaku penjambretan.

"Yang bersangkutan sudah tiga kali dipidana berkaitan dengan kasus narkoba dan curas (pencurian dengan kekerasan)," ujar Riko.

Riko menuturkan bahwa penangkapan terhadap para tersangka setelah pihak kepolisian menerima laporan aksi kejahatan yang dilakukan oleh tersangka di wilayah Medan Baru pada Selasa (9/6) dan Medan Sunggal pada Jumat (12/6).

"Aksi kejahatan di Medan Baru ini juga sempat viral di media sosial. Di mana, korbannya adalah seorang ibu-ibu yang saat itu berdiri di samping mobil miliknya yang sedang diperbaiki, karena ban mobilnya kempes," ujarnya.

Atas laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan mendapat laporan bahwa para tersangka sedang berkumpul di suatu tempat di Jalan Sei Batang Hari pada Sabtu (13/6). Petugas langsung menuju ke lokasi dan berhasil menangkap keempat tersangka.

"Saat petugas hendak menangkap tersangka Letoy, salah seorang petugas kita mendapatkan perlawanan dan terkena sabetan senjata tajam. Karena melawan, tersangka Letoy diberi tindakan tegas terukur hingga akhirnya meninggal dunia," tegas Riko.

Dari tangan para tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti yakni 3 unit sepeda motor (Vario, Scoopy, Beat), tas ransel, laptop, dompet, charger, uang Rp 150.000, hardisk dan 4 helm bogo. (Fajar)