Sekolah Alam Untuk Anak Nelayan Di Deli Serdang

Iklan Semua Halaman


.

Sekolah Alam Untuk Anak Nelayan Di Deli Serdang

Jumat, 29 Mei 2020


Darmataksiah Sihombing (37), perempuan yang mendedikasikan waktunya untuk membantu anak nelayan yang kurang mampu dalam mendapatkan pendidikan dengan mendirikan sekolah alam yang terletak  di desa Percut Sei Tuan, kecamatan Percut Sei Tuan kabupaten  Deli Serdang  Sumatera Utara .

Didirikan sejak delapan tahun yang lalu tepatnya di tahun 2012 sekolah ini memiliki murid lebih dari seratus orang .

Tidak hanya ilmu pengetahuan yang diajarkan disini etika dan budi pekerti ditanamkan kepada ratusan murid yang sekolah disini, keinginannya ini menguat sejak delapan tahun terakhir melihat banyaknya anak nelayan yang putus sekolah. Ia mendedikasikan dirinya sebagai  salah satu tenaga pengajar bagi anak nelayan yang kurang beruntung dalam hal mendapatkan pendidikan.

Murid yang belajar disini mayoritas anak nelayan yang putus sekolah dikarenakan kurangnya penghasilan dari nelayan, hal ini terbukti dengan banyaknya anak mereka yang putus sekolah dan menuntut ilmu disini menjadi bukti  kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan rakyat.
Salah satu murid sekolah alam adalah syahputri Sitepu(8) gadis cilik ini sudah dua tahun belakangan mengikuti kegiatan belajar mengajar disini. Awalnya ia hanya disuruh orang tua, namun akhirnya ia sadar belum banyak memiliki ilmu dan harus tetap belajar disini.

Sejak berdiri, sekolah alam ini dikelola bahkan bermodal dari para pengajar disini. Mereka menabung uang hasil gajinya untuk mendirikan sekolah ini, para orangtua juga tidak dibebankan dengan kewajiban membayar uang sekolah yang sifatnya hanya suka rela dan bagi mereka yang tidak memilih biaya masih bisa mengikuti pelajaran yang diberikan.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah alam ini menyesuaikan waktu dari para murid yang kebanyakan membantu orang tuanya di pagi hari dalam mencari nafkah dan memiliki waktu kosong di siang hari setelah makan  siang. Jam pelajaran pun dimulai dari jam dua siang dan berakhir di jam empat sore, selain ilmu pengetahuan tenaga pengajar juga memberikan pendidikan etika dan budi pekerti kepada para murid.

Menurut para pengajar, nilai penting kehidupan sebaiknya ditanamkan kepada para murid sejak usia dini agar dapat dilakukan hingga dewasa.