gtag('config', 'UA-171687211-1'); Pemprov Sumut Kaji Masa Tanggap Darurat COVID 19 -->

Iklan Semua Halaman


 

.

Pemprov Sumut Kaji Masa Tanggap Darurat COVID 19

Friday, May 29, 2020


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mengkaji kemungkinan perpanjangan masa Tanggap Darurat COVID-19 yang akan berakhir pada hari ini. Begitu juga dengan masa belajar mandiri dari rumah untuk siswa setingkat SMA/SMK yang berakhir pada 29 Mei 2020 ini.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan bahwa untuk perpanjangan masa tanggap darurat tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) nomor 12.

"Tidak ada memperpanjang atau memperpendek itu adalah hak pusat. Itulah Kepres, tugas ini berhenti dia apabila Kepres itu dihentikan. Jadi, otomatis ini berjalan hanya implikasinya yang kita atur di Sumut ini gimana, ini lah yang sedang kita atur," kata Gubsu kepada wartawan, Jumat (29/5).

Terkait masa belajar anak sekolah yang juga akan berakhir hari ini, Edy juga masih mengkaji aturan perpanjangan tersebut.

"Untuk pendidikan, anak sekolah ini sampai kapan kita libur kan, kita pikirkan aturan-aturan yang baru. Kondisi kelas yang baru, guru-guru yang harus bersih dari kemungkinan terpapar dari COVID-19," ucapnya.

"Kapan anak sekolah ini kita izinkan. Sampai saat ini, saya belum mengizinkan anak sekolah ini sekolah tetapi tidak mungkin selamanya anak sekolah ini tidak sekolah," ujar Edy.

Sementara itu, sebelumnya pada rapat yang dipimpin Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, yang dihadiri Wagub Musa Rajekshah, Sekdaprov R Sabrina dan para pimpinan OPD Pemprov Sumut, Plt Kepala Dinas Pendidikkan Sumut Arsyad Lubis mengatakan penerimaan siswa baru untuk tahun ini akan dilakukan dengan sistem online.

"Untuk jalur siswa prestasi sudah dibuka pendaftaran siswa untuk tahun ajaran baru pada Selasa, 26/5. Di mana, sudah mendaftar 2.055 siswa di 13 kabupaten/kota se-Sumut. Jadi tidak perlu datang ke sekolah. Cukup daftar dari rumah secara online lewat aplikasi PPDB pada android," ujar Arsyad.

Arsyad juga menjelaskan bahwa pendaftaran siswa baru dilakukan melalui empat jalur. Jalur pertama berdasarkan zonasi dengan kuota 50 persen dari daya tampung sekolah. Kedua, jalur afirmasi (latar belakang kurang mampu) kuota paling sedikit 15 persen. Ketiga, jalur perpindahan tugas orang tua/wali dan/atau anak guru setempat dengan kuota 5 persen. Dan yang keempat adalah jalur prestasi," tandasnya.